Musim Dingin

Kita kembali bertemu.
Di musim dingin yang buat aku kembali kemasa lalu.
Perasaan itu kembali hadir dihatiku.
Tapi kau seolah tak peduli pada hal itu.

Aku ingin menghampirimu.
Memelukmu dengan erat.
Sialnya, itu hanya sekedar anganku saja.
Karena kulihat kau sudah bersama yang lainnya.

Aku tau kau akan bahagia.
Meskipun bukan aku alasannya.
Aku tau kau akan lupa.
Karena waktu telah hilangkan semua kenangan kita.

-a.a.i.

 

 

Iklan

Jatuh Hati Padamu

Malam itu kita tidak sengaja bertemu.
Kau buat aku tersipu malu.
Malam itu kita tidak sengaja bertemu.
Kau buat aku jatuh hati padamu.

Sesaat saja.
Pada pandangan yang pertama.

Aku jatuh hati padamu.
Kau buat aku gila.
Bersamamu buat aku bahagia.
Sungguh aku jatuh hati padamu.

Semoga saja ku tahu.
Aku selalu memikirkanmu.
Semoga saja kau tahu.
Aku ingin milikimu.

-a.a.i.

Aku Masih Merindukanmu

Jika dimasa yang akan datang takdir kembali mempertemukan kita.
Apakah rasa itu masih ada?
Tak peduli berapa lama kita sudah berpisah.

Aku masih merindukanmu.

Kita saling memandang satu sama lain.
Tapi tatapan itu seolah tidak berarti apa – apa.
Waktu telah merubah segalanya.

Aku masih merindukanmu.

Bagaimana bisa kamu terus berjalan meninggalkanku sendirian ditempat yang penuh kenangan?
Bahkan kamu tak pernah menoleh kebelakang untuk melihatku sebentar saja.

Aku masih merindukanmu.

Cintaku tetap ada?
Penantianku masih sama?

Aku masih merindukanmu.

-a.a.i.

untuk apa

waktu begitu cepat berlalu, hingga hari yang indah bersamamu telah menjadi cerita dulu. rinduku semakin tak terhenti oleh waktu dan senyumanmu masih tinggal di dalam benakku.

jauh,

jauh kau pergi,

menangisku dalam sepi,

tenggelam dalam rasa yang telah mati,

dan aku sadar tak bisa ubah semua yang terjadi.

sekian lama aku menunggumu kembali,

semakin sulit bagiku untuk pergi.

lalu…

untuk apa aku menanti? jika bagimu aku sudah tak berarti.

untuk apa aku merindu? padahal belum tentu kamu peduli padaku lagi.

kini,

aku berhenti.

bukan karena aku ingin lari.

mempertahankan yang tidak pasti akan menyakiti hatiku untuk kedua kali.

– a.a.i.